Salah satu pertanyaan populer yang sering sekali ditanyakan kepada saya adalah bagaimana cara mengatur pola keuangan keluarga. Berapa persen yang harus ditabung, berapa persen yang harus diinvestasikan, dan berapa yang boleh digunakan untuk healing. Macam-macam memang kebutuhan manusia, tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Semua memiliki kebutuhan yang berbeda. Kalaupun ada yang memiliki kebutuhan yang sama, terkadang kondisi keuangannya berbeda.
Satu hal yang sama dan pasti
adalah, Anda pasti akan menggunakan uang tesebut. Lha, kan uangnya ditabung,
mas. Tidak digunakan. Nah disini kita bicara mengenai pos-pos penggunaan
pendapatan. Termasuk tabungan. Jadi mindsetnya adalah, walaupun untuk tabungan
atau investasi, tetap itu dianggap sebagai penggunaan, atau mungkin bisa juga
deh digunakan istilah pengeluaran, suka-suka Anda aja. Istilah kerennya untuk
tulisan ini adalah, budgeting.
Ada satu metode yang sangat umum
dgunakan untuk melakukan budgeting, yaitu metode 10 20 30 40. Metode ini
membagi pendapatan ke dalam 4 bagian utama, dengan porsi masing-masing sebesar 10%,
20%, 30% dan 40%.
1.
10% adalah untuk kepentingan agama dan sosial
Contoh dari pengeluarannya adalah zakat, sedekah,
perpuluhan, sumbangan, angpao pernikahan, dan pengeluaran lain yang sejenis. Bagian
ini ditempatkan pertama kali di depan tidak lain tidak bukan karena memang ini
adalah pos pengeluaran yang paling penting, karena dampaknya sangat signifikan (nantinya).
Ya, Anda mungkin menganggap sedekah, misalnya, tidak memberikan dampak apapun
saat ini, namun itu sebenarnya bisa menjadi tabungan untuk di akhirat nanti.
Inti dari pos pengeluaran ini adalah tentang charity,
tentang kebaikan. Saya sering menyebut pengeluaran untuk pos pertama ini sebagai
blessed spending. Anggarkanlah minimal 10% dari pendapatan bulanan Anda.
2.
20% adalah untuk tabungan, investasi, dan
asuransi
Pos pengeluaran berikutnya adalah untuk tabungan dan
investasi. Apabila Anda memiliki tujuan keuangan, maka bisa diwujudkan dengan cara
menabung atau berinvestasi. Namun jika Anda belum memiliki dana darurat, maka sebaiknya
fokuskan pos pengeluaran ini untuk membangun dana darurat terlebih dahulu
ketimbang berinvestasi.
Pos ini juga merupakan bagian dari pendapatan yang
digunakan untuk membayar premi asuransi Anda. Yang paling utama adalah miliki
proteksi untuk kesehatan Anda sekeluarga, apabila ini sudah terpenuhi maka bisa
dilanjutkan dengan memiliki asuransi jiwa untuk melindungi kehidupan keluarga
apabila terjadi kondisi yang menyebabkan pencari nafkah utama tidak dapat bekerja.
3.
30% adalah untuk
cicilan utang
Berikutnya adalah pos untuk pengeluaran utang, jika
ada. Untuk besarannya dianjurkan tidak lebih dari 30-35%. Lebih dari itu perlu
dilihat lagi kondisi keuangannya secara menyeluruh. Secara umum, banyak lembaga
keuangan yang mensyaratkan besar porsi cicilan utang adalah sebesar 30% dari
pendapatan bulanan. Maka pastikan besaran anggaran pengeluaran bulanan Anda
untuk membayar cicilan utang, dan di sini maksudnya adalah seluruh utang ya,
artinya termasuk KPR, KTA, kartu kredit, dan segala jenis utang lainnya,
kecuali utang budi, karena susah menilainya.
4.
40% adalah untuk kebutuhan rutin bulanan dari
pendapatan
Sedangkan sisanya 40% adalah untuk kebutuhan rutin
bulanan sehari-hari. Contohnya untuk belanja dapur, SPP anak, biaya
transportasi, pulsa, air, listrik, rekreasi, dan lainnya. Pos pengeluaran untuk
kebutuhan rutin ini ditempatkan pada bagian terakhir untuk memastikan bahwa
Anda sudah menganggarkan dan kemudian mengeluarkan uang untuk pembayaran zakat,
sedekah, menabung, serta untuk membayar utang.
Pola yang biasa dilakukan oleh keluarga Indonesia adalah terlebih
dulu mengeluarkan uang untuk pos keempat ini di awal. Jadi biaya bulanan,
seperti belanja dapur, rekreasi, pulsa dan lainnya dikeluarkan di awal, baru
kemudian berpikir untuk, misalnya, menabung serta membayar utang. Alhasil yang
ada lebih sering tidak ada sisa lagi dari pendapatan untuk menabung atau
membayar utang.
Metode 10 20 30 40 ini, sangat
fleksibel, jadi misalkan tidak memiliki utang, maka Anda dapat mengalokasikan
porsi 30% tersebut untuk kebutuhan lainnya. Demikian pula, apabila dana untuk
tujuan keuangan sudah tercapai, maka porsi investasi dapat Anda alokasikan
untuk pengeluaran lainnya. Selain metode 10 20 30 40, ada juga beberapa metode
yang bisa menjadi alternatif untuk melakukan budgeting yaitu , 1/3 1/3
1/3, dan 20/30/50. Lain kali kita akan bahas metode-metode tersebut.